Breaking News
Join This Site

Just My Opinion

Recent Post

Landasan Sosiologis dalam Pengembangan Kurikulum

Landasan Sosiologis dalam Pengembangan Kurikulum



Ditulis sebagai bahan kajian dalam mata kuliah Pengembangan Kurikulum dalam Pembelajaran yang diampu oleh Dr. Khaerudin, M.Pd.
Magister Teknologi Pendidikan - Universitas Negeri Jakarta

Perkembangan era revolusi industri 4.0 berdampak terhadap berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan. Pendidikan dalam bertransformasi tentunya tidak berdiri sendiri. Pendidikan diharapkan dapat menjawab segala tantangan, dimana harus memenuhi kebutuhan masyarakat penggunanya dan harus mampu mempersiapkan masyarakat dalam kehidupan yang sesungguhnya. Pendidikan harus mampu memberikan serangkaian aktivitas dan kegiatan yang diorganisasikan untuk memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik yang dinamakan dengan kurikulum yang mampu menjawab tantangan tersebut. Kurikulum yang ditawarkan harus mampu menjawab kompleksitas tantangan ke depan. Kompleksitas sebagai konsekuensi dari masyarakat yang selalu ingin berkembang dan juga laju perkembangan teknologi yang menuntut masyarakat untuk selalu dinamis.
( Source : https://www.hipwee.com/ )
Output kurikulum yaitu generasi peserta didik yang cemerlang di masa depan menjadi mutlak adanya. Permasalahan pendidikan yang semakin menantang terutama berkaitan dengan masalah nilai sosial yang akhir-akhir ini kita rasakan semakin tereduksi dengan kebebasan media. Maka adalah hal penting untuk mempertimbangkan aspek sosial dalam pengembangan kurikulum. Sebagaimana pengertian sosiologis yang diutarakan Sukmadinata (1997: 58) sebagai berikut:
Dengan pendidikan, kita tidak mengharapkan muncul manusia yang lain dan asing terhadap masyarakat, tetapi manusia lebih bermutu, mengerti dan mampu membangun masyarakatnya. Oleh karena itu, tujuan, isi, maupun proses pendidikan harus disesuaikan dengan kondisi karakteristik, kekayaan dan perkembangan masyarakat tersebut.
Sudah seyogyanya aspek sosiologis menjadi sebuah landasan yang sangat penting dalam pengembangan kurikulum agar manusia yang dihasilkan oleh kurikulum melalui pendidikan itu tidak salah pegangan dan dapat membangun masyarakatnya. Karena sejatinya peserta didik dididik oleh pendidikan untuk disiapkan kembali ke masyarakatnya. Sekaligus mengembangkan nilai-nilai yang ada dimasyarakatnya sehingga bisa survive atau bahkan meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya.

Landasan Sosiologis dalam Pengembangan Kurikulum


Peserta didik di sekolah adalah pribadi yang unik. Setiap individu punya latar belakang yang berbeda. Ada yang dari keluarga petani, keluarga pedagang, keluarga pemimpin perusahaan dan lain sebagainya. Mereka mempunyai motivasi yang berbeda-beda untuk sekolah. Tapi di balik perbedaan yang kompleks tersebut, ada yang harus diperhatikan oleh sekolah. Yaitu kebiasaan, tradisi, adat istiadat, ide-ide, kepercayaan, nilai-nilai yang tumbuh di lingkungan peserta didik. Sehingga penting pada nantinya peserta didik besar dalam nilai-nilai positif yang tumbuh di masyarakat sekaligus akan tampil sebagai agen sosial bagi lingkungannya. Berbagai aspek tersebut disoroti melalui kacamata bernama sosiologis. Sehingga sosiologis perlu menjadi landasan dalam pengembangan kurikulum. Landasan sosiologis pengembangan kurikulum adalah asumsi-asumsi yang berasal dari sosiologis yang dijadikan titik tolak dalam pengembangan kurikulum. Landasan ini didasari bahwa pendidikan adalah proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia.
Ada dua pertimbangan sosiologis yang dijadikan landasan dalam pengembangan kurikululm, yaitu: 1) setiap orang dalam masyarakat selalu berhadapan dengan masalah anggota masyarakat yang belum dewasa dalam kebudayaan, maksudnya manusia yang belum mampu menyesuaikan diri dengan kebiasaan kelompoknya; dan 2) kurikulum dalam setiap masyarakat merupakan refleksi dari cara orang berfikri, merasa dan bercita-cita atau kebiasaan. Karena itu untuk membina struktur dan fungsi kurikulum, perlu memahami kebudayaan.
Karena itu Idi (2007: 77) mengutarakan bahwa pengembang kurikulum harus :
1.    Mempelajari dan memahami kebutuhan masyarakat
2.    Menganalisis budaya masyarakat tempat sekolah berada
3.    Menganalisis kekuatan serta potensi daerah
4.    Menganalisis syarat dan tuntutan tenaga kerja
5.    Menginterpretasi kebutuhan individu dalam kerangka kepentingan masyarakat.

Apa Pentingnya Landasan Sosiologis dalam Pengembangan Kurikulum?


Landasan sosiologi menjadi penting dalam pengembangan kurikulum karena menurut Sukirman dalam Khalim (2019) dalam pengembangan kurikulum perlu mempertimbangkan:
1.      Individu lahir tidak berdaya, baik dalam hal kebiasaan, cita-cita, sikap, pengetahuan, keterampilan dan sebagainya. Semua itu dapat diperoleh individu melalui interaksi dengan lingkungan budaya, keluarga, masyarakat sekitar, dan sekolah/lembaga pendidikan. oleh karena itu, sekolah/lembaga pendidikan mempunyai tugas khusus untuk memberikan pengalaman kepada para peserta didik dengan salah satu alat yang disebut kurikulum;
2.      Kurikulum pada dasarnya harus mengakomodasi aspek-aspek sosial dan budaya. Aspek sosiologis adalah yang berkenaan dengan kondisi sosial masyarakat yang sangat beragam, seperti masyarakat industri, pertanian, nelayan dan sebagainya. Pendidikan di sekolah pada dasarnya bertujuan mendidik anggota masyarakat agar dapat hidup berintegrasi, berinteraksi dan beradaptasi dengan anggota masyarakat lainnya serta meningkatkan kualitas hidupnya sebagai makhluk berbudaya. Hal ini membawa implikasi bahwa kurikulum sebagai salah satu alat untuk mencapai tujuan pendidikan harus bermuatan kebudayaan yang bersifat umum seperti nilai-nilai, dikap-dikap, pengetahuan dan kecakapan.
3.      Seluruh nilai yang disepakati oleh masyarakat yang kemudian disebut kebudayaan merupakan konsep yang memiliki kompleksitas tinggi. Adanya kebudayaan karena hasil dari pemikiran keras dari pengalaman-pengalaman orang terdahulu. Dan kebudayaan adalah hasil dari cipta, rasa dan karsa manusia.
Selain ketifga faktor di atas, Sukmadinata (1997:58-59) menyebutkan faktor penting pentingnya landasan sosiologis dalam pengembangan kurikulum adalah karena:
1.      Pendidikan mengandung dan memberikan pertimbangan nilai. Hal ini dikarenakan pendidikan diarahkan pada pengembangan pribadi anak agar sesuai dengan nilai-nilai yang ada dan diharapkan masyarakat;
2.      Pendidikan diarahkan pada kehidupan dalam masyarakat. Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan, tetapi menyiapkan anak untuk kehidupan dalam masyarakat.
3.      Pelaksanaan pendidikan dipengaruhi dan didukung oleh lingkungan masyarakat tempat pendidikan itu berlangsung. Seperti dukungan penyediaan fasilitas, personalia, sistem sosial budaya, politik, keamanan dan lain-lain.
Penjelasan di atas ditegaskan oleh Hamalik (2008: 75-80), bahwa masyarakat suatu sistem maupun subsistem berikutnya dapat mempengaruhi proses pendidikan, oleh karenanya mereka dipertimbangkan dalam penyusunan kurikulum maka dengan landasan sosiologi peserta didikan akan menjadi:
1.      Subsitem kepercayaan/keyakinan hidup
Setiap masyarakat mempunyai kepercayaan atau keyakinan tentang bentuk manusia yang mereka cita-citakan. Cita-cita tersebut terejawantahkan dalam kepercaaan agama atau falsafah hidup masyarakat. Bangsa kita memiliki keyakinan, bahwa manusia yang diharapkan atau dicita-citakan oleh masyarakat adalah manusia pembangungn yang berpancasila.
2.      Subsistem nilai
Nilai adalah ukuran umum yang dipandang baik oleh masyarakat dan menjadi pedoman dari tingkah laku manusia tentang cara hidup sebaik-baiknya.
3.      Subsistem kemasyarakatan
Pendidikan berfungsi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu kurikulum harus berdasarkan kebutuhan masyarakat dan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Kurikulum yang demikian adalah kurikulum yang relevan dengan masyarakat. Dibalik itu, masyarakat merupakan lingkungan pendidikan, dalam artian suatu lingkungan yang mempengaruhi sekolah dan sebaliknya sekolah mempengaruhi kehidupan masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat dianalisis, hal ini akan sangat membantu para penyusun kurikulum dalam merumuskan masalah masyarakat (social problem), yang terkait dalam pemilihan dan penyusunan bahan-bahan dan pengalaman-pengalam kurikuler.
4.      Subsistem permintaan atau tuntutan (demands)
Kebutuhan masyarakat mendorong munculnya permintaan yang perlu dipenuhi. Sebagai contoh, andaikan masyarakat membutuhkan atau menuntut adanya perumahan, penyelesaian kenakalan remaja, keterampilan, pengupahan dan perburuhan, pendidikan, kesehatan dan sebagainya. Berdasarkan permintaan-permintaan tersebut, maka perencana kurikulum dapat memilih bahan-bahan dan pengalaman-pengalaman kurikulum yang relevan.

Jadi jelas bahwa dalam pengembangan kurikulum sejatinya harus dibangun dan dikembangkan dengan tetap merujuk pada asa kemasyarakatan sekaligus dengan ktbutuhan masyarakat. Landasan sosiologis dalam pengembangan kurikulum ini menjadi dasar agar pendidikan mampu menjawab tantangan masyarakat dan membekali peserta didik untuk setia pada norma/etika di masyarakat.

Kesimpulannya?


Pendidikan  merupakan  suatu  proses  kebudayaan  yang  lahir  dari  budaya  dan dilaksanakan  dalam  rangka  proses  pembudayaan,  melalui  interaksi  insani  menuju manusia  yang  berbudaya.  Dalam  proses  tersebut  perlu  landasan  sosiologis pengembangan  kurikulum.    landasan  pengembangan  kurikulum  adalah  pondasi pengembangan  rancangan  pembelajaran  yang  melihat  dari  sisi  sosial  masyarakat. Dimana dalam pembelajaran nantinya peserta didika akan dibina dan dikembangkan sesuai  dengan  nilai  budayanya,  serta  dipupuk  kemampuan  drinya  menjadi  manusi berbudaya
Landasan sosiologis penting adanya dalam pengembangan kurikulum. Dalam pengembangan kurikulum  pada  prinsipnya  pendidikan  harus  mencerminkan keinginan, cita-cita tertentu dan kebutuhan masyarakat. Karena itu sudah sewajarnya kalau pendidikan memerhatikan aspirasi masyarakat, dan pendidikan mesti memberi jawaban atas tekanan-tekanan yang datang dari kekuatan sosio-politik-ekonomi yang dominan.  Sementara  dengan  adanya  landasan  sosiologis  pengembangan  kurikulum yang  merujuk  pada  asas  kemasyarakatan  dan  juga  kebutuhan  masyarakat  membuat pendidikan  lebih  bermakna.  Harapanya  dengan  adanya  landasan  sosiologis pendidikan  akan  mampu  menjawab  tantangan  masyarakat,  membekali  peserta  didik untuk setia pada norma/etika dimasyarakat dan sekaligus mampu menjadi agent of change untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya.

Referensi :

Hamalik, O. 2008. Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum. Banfung: Remaja Rosda Karya
Idi, A. 2014. Pengembangan Kurikulum : Teori dan Praktik. Jakarta: Rajagrafindo
Khalim, A. D. N. 2019. Landasan Sosiologis Pengembangan Kurikulum sebagai Persiapan Generasi yang Berbudaya Islam. Jurnal Kajian Kritis Pendidikan Islam dan Manajemen Pendidikan Dasar, vol.2 (1). 2599-2732. Tersedia: https://ejournal.stainupwr.ac.id/index.php/As_Sibyan/article/view/111
Sukmadinata, N. S. 1997. Pengembangan Kurikulum. Bandung: Remaja Rosda Karya
Pengertian, Fungsi, Komponen dan Prinsip Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) menurut Permendiknas No. 41 Tahun 2007 (KTSP)

Pengertian, Fungsi, Komponen dan Prinsip Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) menurut Permendiknas No. 41 Tahun 2007 (KTSP)

Perencanaan proses pembelajaran menurut Permendiknas No. 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses untuk  Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah adalah meliputi Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang  memuat identitas mata pelajaran, standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan  pembelajaran,  penilaian  hasil  belajar,  dan sumber belajar.

Dari keterangan di atas, telah disebutkan beberapa komponen yang harus ada dalam rencana pelaksanaan pembelajaran menurut permendiknas tersebut. Pada kesempatan kali ini saya akan coba menguraikan pengertian dan cara penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mengacu pada permendiknas tersebut dan beberapa sumber lain serta pemahaman saya sendiri. Penjelasan yang akan saya uraikan ini berdasarkan pengertian saya, dan bukan sesuatu yang mutlak karena menurut saya masing-masing guru mempunyai cara yang berbeda-beda dalam membuat RPP khususnya.

Apa itu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ?
Secara sederhana pengertian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sendiri adalah perencanaan kegiatan pembelajaran yang disusun guru sebelum melaksanaan kegiatan pembelajaran di kelas yang disusun secara lengkap dan sistematis. Rencana Pelaksanaan pembelajaran ini dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD.
Istilah lain yang sering digunakan untuk perencanaan proses pembelajaran ini biasa disebut lesson plan. Istilah ini biasanya digunakan oleh guru-guru di sekolah swasta dengan mekanisme dan komponen yang sedikit berbeda, akan tetapi isi dan maksud serta tujuannya sama dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang akan kita bahas kali ini.

Apa Fungsi dan Tujuan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ?
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) memiliki fungsi perencanaan dan fungsi pelaksanaan (Mulyasa dalam Supardi, 2015:274). Fungsi perencanaan RPP mendorong agar guru lebih siap dalam melaksanakan pembelajaran yang matang. Sedangkan fungsi pelaksanaan dari RPP adalah memberikan pedoman agar pembelajaran dilaksanakan secara sistematis, dan pelaksanaan pembelajaran berjalan secara efektif sesuai dengan yang direncanakan, dan pembelajaran yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan peserta didik, Sangat jelas bahwa tujuan penyusunan RPP sendiri adalah agar pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan lebih efektif.
Dari istilah lain yang berhubungan dan mempunyai tujuan yang sama, Munif Chatib (Pakar Pendidikan/Multiple Intellegences) menyebutkan keuntungan bagi guru yang membuat Lesson Plan / RPP, salah satunya adalah kualitas guru saat mengajar akan terkontrol dan tercatat, dan kualitas pembelajaran di kelas sendiri yang berhubungan dengan hasil prestasi akademik siswa akan dapat diukur (Chatib, 2016:195). Beliau juga menambahkan bahwa kualitas pembelajaran seorang guru, jika diawali denan pembuatan lesson plan / Rencana Pelaksanaan Pembelajaran akan berbeda dibandingkan dengan guru yang tidak melakukan persiapan lesson plan / RPP sebelumnya.

Mengapa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran perlu disusun secara lengkap dan sistematis ?
Beberapa guru berpendapat bahwa RPP tidak perlu lengkap, yang penting ada dan guru dapat melaksanakannya. Memang benar, yang paling penting guru dapat melaksanakan pembelajaran dengan baik dan tujuan pembelajaran tersebut dapat tercapai. Akan tetapi, perencanaan yang baik akan menghasilkan pelaksanaan dan hasil yang lebih baik pula. Pemerintah melalui permendiknas No. 41 Tahun 2007 tersebuut menyatakan bahwa penyusunan RPP harus disusun secara lengkap dan sistematis dengan tujuan agar pembelajaran yang dilaksanakan berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Apa saja Komponen-Komponen yang harus ada dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ?
Pemerintah melalui telah menetapkan standar tersendiri yang harus dijadikan acuan tersendiri dalam penyusunan RPP tersebut, khususnya melalui permendiknas tersebut. RPP harus terdiri dari komponen-komponen berikut:
1.    Identitas mata pelajaran
Identitas mata pelajaran, meliputi: satuan pendidikan, kelas, semester, program/program keahlian, mata pelajaran atau tema pelajaran, jumlah pertemuan.
2.    Standar kompetensi
Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan  minimal  peserta  didik  yang  menggambarkan penguasaan  pengetahuan,  sikap,  dan  keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran.
3.    Kompetensi dasar
Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran.
4.    Indikator pencapaian kompetensi
Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
5.    Tujuan pembelajaran
Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar.
6.    Materi ajar
Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir­butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi.
7.    Alokasi waktu
Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar.
8.    Metode pembelajaran
Metode  pembelajaran  digunakan  oleh  guru  untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan.
9.    Kegiatan pembelajaran
Kegiatan pembelajaran terdiri dari:
a.    Pendahuluan
Pendahuluan  merupakan  kegiatan  awal  dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian  peserta  didik  untuk  berpartisipasi  aktif dalam proses pembelajaran.
b.    Inti
Kegiatan  inti  merupakan  proses  pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai  dengan  bakat,  minat,  dan  perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses :
1.)    Ekslporasi
2.)    Elaborasi
3.)    Konfirmasi
c.     Penutup
Penutup  merupakan  kegiatan  yang  dilakukan  untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut.
10. Penilaian hasil belajar
Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada Standar Penilaian.
11. Sumber belajar
Penentuan  sumber  belajar  didasarkan  pada  standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.

Apa saja Prinsip-Prinsip dan Ketentuan yang harus diperhatikan dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ?
Dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), guru perlu memperhatikan beberapa ketentuan dan prinsip berdasarkan standar yang ditetapkan pemerintah. Diantaranya:
1.    Disusun untuk setiap KD
RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan. Jadi boleh satu RPP per-satu KD yang terdiri dari beberapa pertemuan namun dengan penggalan yang jelas setiap pertemuannya, akan tetapi lebih baik lagi apabila RPP disusun setiap pertemuan masing-masing satu RPP.
2.    Bersifat fleksibel
Rencana Pelaksanaan pembelajaran ini merupakan rencana, atau bisa dibilang scenario pelaksanaan pembelajaran yang akan dilaksanakan dan sifatnya tidak mematok bahwa kegiatan pembelajaran harus sama persis sesuai yang tertulis di RPP. Jadi dalam pelaksanaannya tidak menutup kemungkinan akan terjadi beberapa langkah yang melenceng, sehingga guru harus bisa menyesuaikan dan mempunyai plan B atau rencana lain selama tujuannya sama. Yang terpenting tidak melenceng dari tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
3.    Memperhatikan peredaan individu peserta didik
RPP harus disusun dengan memperhatikan perbedaan jenis kelamin, kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.
4.    Mendorong partisipasi aktif peserta didik
Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mendorong motivasi, minat, kreativitas,  inisiatif,  inspirasi,  kemandirian,  dan  semangat belajar.
5.    Mengembangkan budaya membaca dan menulis
Proses pembelajaran dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.
6.    Memberikan umpan balik dan tindak lanjut
RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.
7.    Keterkaitan dan Keterpaduan
RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata  pelajaran,  lintas  aspek  belajar,  dan  keragaman budaya.
8.    Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi
RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi,  sistematis,  dan  efektif  sesuai  dengan  situasi  dan kondisi.

Sebagai tambahan, pendekatan yang digunakan dalam penyusunan RPP dan pelaksanaan pembelajaran yang menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) bagi kelas 1 – 3 menggunakan pendekatan tematik terpadu.
Merujuk pada istilah “Hasil tidak akan mengkhianati usaha”, maka perencanaan merupakan bagian yang sangat penting dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran. Jadi, sebagai guru marilah kita membiasakan diri membuat perencanaan yang baik, tentunya dengan lengkap dan sistematis sesuai standar yang ditetapkan pemerintah dengan harapan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang kita harapkan.
Untuk lebih jelasnya mengenai isi Permendiknas No. 41 Tahun 2007 ini silahkan unduh salinannya, serta form RPP yang sesuai dengan komponen RPP menurut permendiknas tersebut pada link di bawah ini :

Referensi :
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah
Chatib, Munif. (2016). Gurunya Manusia : Menjadikan Semua  Anak Istimewa dan Semua Anak Juara. Kaifa Learning: Bandung

Supardi. (2015). Penilaian Autentik Pembelajaran Afektif, Kognitif dan Psikomotor (Konsep dan Aplikasi). Rajawali Pers: Jakarta
Dasar-Dasar Landasan Pendidikan (Resume)

Dasar-Dasar Landasan Pendidikan (Resume)

Tulisan ini saya buat dengan tujuan mengingat kembali materi perkuliahan yang saya pelajari beberapa tahun lalu ketika menempuh semester 1 PGSD saya, dengan harapan lain mudah-mudahan dapat memberi manfaat dan bukan hanya sekedar dianggap tulisan “spam”. Sebuah resume apa yang saya pelajari dari salah satu bab (Pendahuluan) yang ditulis oleh Dr. Dharma Kesuma, M.Pd. dan Drs. Dede Somarya, M.Pd. dalam Buku Ajar Landasan Pendidikan terbitan UPI Press. Bab ini bisa dikatakan merupakan sebuah pengantar kepada Bab-Bab selanjutnya dalam buku tersebut, dan Insya Allah akan saya coba buat resume serupa mengenai isi Bab-Bab lanjutan tersebut.



Studi Pendidikan dan Praktek Pendidikan merupakan dua bentuk kegiatan yang saling berkaitan dalam pendidikan.
Studi pendidikan merupakan seperangkat kegiatan individu yang secara eksplisit bertujuan memahami suatu prinsip, konsep atau teori pendidikan. Tujuan lain studi pendidikan secara eksplisit berkaitan dengan riset dan pengembangan (Research and Development), yaitu untuk menghasilkan produk teori dan praktek terpadu yang lebih baik.
Praktek Pendidikan merupakan seperangkat kegiatan bersama yang bertujuan membantu pihak lain agar mengalami perubahan tingkah laku yang diharapkan.
Dari penjelasan diatas, dapat ditarik pengertian bahwa Studi Pendidikan dan Praktek Pendidikan merupakan serangkaian kegiatan pendidikan yang terintegrasi, dimana seorang pendidikan sejatinya akan melakukan studi pendidikan terlebih dahulu untuk melaksanakan praktek pendidikan. Dimana dalam kegiatan studi pendidikan, sorang pendidik mempelajari prinsip, konsep dan teori pendidikan untuk kemudian mengimpementasikannya dalam kegiatan praktek pendidikan.

A.   Pengertian Landasan Pendidikan
Pengertian landasan pendidikan secara leksikal merupakan tumpuan atau titik tolak konsep, prinsip, atau teori yang dijadikan pembahasan kependidikan. Sedangkan pengertian landasan pendidikan secara stipulatif merupakan konsep, prinsip atau teori kependidikan itu sendiri. Jadi intinya landasan pendidikan merupakan dasar tumpuan dalam kegiatan studi pendidikan.
B.    Jenis-Jenis Landasan Pendidikan
1.    Manusia dan Pendidikan
2.    Pengertian Pendidikan
3.    Pendidikan sebagai Ilmu dan Seni
4.    Landasan Filosofis Pendidikan
5.    Landasan Psikologis Pendidikan
6.    Landasan Sosiologis dan Antropologis Pendidikan
7.    Landasan Historis Pendidikan
8.    Landasan Yuridis Pendidikan
C.    Fungsi Landasan Pendidikan
Beberapa fungsi dan manfaat seorang pendidik mempelajari landasan pendidikan dalam kaitannya melaksanakan kegiatan studi pendidikan, diantaranya:
1.    Mengetahui berbagai konsep, prinsip dan teori pendidikan dalam melaksanakan praktek pendidikan
2.    Memiliki sikap kritis terhadap pandangan-pandangan berbagai teori pendidikan
3.    Berkontribusi terhadap pola pikir dan kerja pendidik tentang bagaimana seharusnya melaksanakan studi dan praktek pendidikan.
4.    Lebih meyakini dan menghayati tentang konsep, prinsip dan teori pendidikan

Referensi : Buku Landasan Pendidikan, Tim Dosen MKDP Landasan Pendidikan UPI, 2007.



Lagu Wajib Nasional

Lagu Wajib Nasional


Berikut saya bagikan link download Lagu Wajib Nasional Indonesia disertai dengan penciptanya :

LAGU WAJIB LINK
INDONESIA RAYA
W.R. Supratman
DOWNLOAD
BAGIMU NEGERI
R. Kusbini
DOWNLOAD
BANGUN PEMUDI PEMUDA
Alfred Simanjuntak
DOWNLOAD
HARI MERDEKA
Husein Mutahar
DOWNLOAD
INDONESIA PUSAKA
Ismail Marzuki
DOWNLOAD
TANAH AIRKU
Ibu Soed
DOWNLOAD
INDONESIA TANAH AIR BETA
Ismail Marzuki
DOWNLOAD
GARUDA PANCASILA
Sudharnoto
DOWNLOAD
RAYUAN PULAU KELAPA
Ismail Marzuki
DOWNLOAD
MERAH PUTIH
Ibu Soed
DOWNLOAD
API KEMERDEKAAN
Joko Lelono / Martono
DOWNLOAD
BENDERA MERAH PUTIH
Ibu Soed
DOWNLOAD
BERKIBARLAH BENDERAKU
Ibu Soed
DOWNLOAD
BHINNEKA TUNGGAL IKA
Binsar Sitompul / A. Thalib
DOWNLOAD
DARI SABANG SAMPAI MERAUKE
R. Soerardjo
DOWNLOAD
HALO-HALO BANDUNG
N.N. (Nama Pencipta masih Diperdebatkan)
DOWNLOAD
MARS BAMBU RUNCING
N.N.
DOWNLOAD
MARS HARAPAN BANGSA
N.N.
DOWNLOAD
SYUKUR
Huesin Mutahar
DOWNLOAD

XAMPP V.7.0.2.0.VC14 untuk Windows 32bit

XAMPP V.7.0.2.0.VC14 untuk Windows 32bit


Kali ini saya akan mengsharing link download aplikasi XAMPP. XAMPP adalah perangkat yang menggabungkan tiga aplikasi kedalam satu paket,yaitu Apache,MySQL,dan PHPMyAdmin,Dengan XAMPP pekerjaan anda sangat dimudahkan karena dapat menginstalasi dan mengkonfigurasi ketiga aplikasi tersebut dengan sekaligus dan otomatis.
Xampp telah mengalami perkembangan dari waktu ke waktu.versi yang terbaru adalah revisi dari yang terdahulu,sehingga lebih baik dan lebih lengkap.aplikasi utama dalam paket XAMPP yakni terdiri atas web server Apache,MySQL,PHP,dan PHPMyAdmin.
Apache adalah sebuah web server open source,jadi semua orang dapat menggunakannya secara gratis,bahkan anda bisa mengedit kode programnya.fungsi utama dari Apache yakni menghasilkan halaman web yang benar sesuai dengan yang dibuat oleh seorang web programmer,dengan menggunakan kode PHP.
PHP adalah bahasa pemograman untuk membuat web.dengan PHP anda dapat membuat halaman web yang dinamis.selain mendukung di sistem operasi Windows,PHP juga dapat di gunakan pada mac OS,Linux,dan sistem operasi yang lainnya.
MySQL adalah sistem manajemen database yang sering digunakan bersama PHP.PHP juga mendukung pada Microsoft Access,Database Oracle,d-Base,dan sistem manajemen database lainnya. SQL {Structured Query Language} adalah bahasa terstruktur yang digunakan secara khusus untuk mengolah database.dan MySQL merupakan sebuah sistem manajemen database.
Dengan aplikasi yang juga open source ini,anda dapat membuat dan mengolah database beserta isinya,menambahkan,mengubah,dan menghapus data yang berada dalam database.diperlukan MySQL,dan PHPMyAdmin adalah salah satu aplikasi yang anda bisa gunakan.dengan PHPMyAdmin anda dapat membuat tabel,mengisi data,dan pekerjaan lainnya dengan mudah,tanpa harus mengafal perintahnya.
Silahkan unduh XAMPP v.7.0.2.0.VC14 untuk Windows 32bit pada link di bawah ini :



PendidikanView All